Selasa, 29 Juli 2008

cukup ikhlaskah saya?

banyak hal yang terjadi disekitar kita,
kadang tidak pernah kita pikirkan
tentang hal-hal kecil yang sedang berlaku tersebut.

saat kita sedang melintasi perempatan jalan
atau kepusat2 perbelanjaan, kita melihat
banyak sekali pengemis dan gelandangan yang
menengadahkan tangannya kepada kita untuk
meminta rupiah dari kantong kita.

kadang kita sama sekali tidak peduli dengan nasib mereka
dan menganggapnya adalah sampah masyarakat dan hanya
pengganggu saja. dan bahkan kita berfikir
kenapa juga kita harus repot untuk mengeluarkan duit buat mereka
sedang kita memperoleh uang yang mungkin dengan segala perjuangan,
kerja keras, keluar masuk kantor hanya untuk mengantar
lamaran kerja hingga akhirnya bisa dapat pekerjaan.

sering kali saya menemukan keadaan dimana
saya berjumpa dengan mereka, yakni orang2 yang sedang meminta2 tersebut

kadang benar2 nggak punya duit kecil
atau memang lagi punya tapi saat hendak mau memberi, koq kenapa
selalu saja saya harus menyelidikinya
apakah anak-anak ini atau bapak tua renta tersebut
adalah benar2 manusia?

saya selalu menepis hal ini,
apakah saya sudah cukup ikhlas pada orang lain ?
kenapa juga saya selalu hendak menyelidiki dan mencurigai
bahwa mereka bukanlah orang atau manusia biasa?

saya kadang gundah,
dan apabila hal ini kembali datang disaatnya,
saya selalu berfikir positif saja, bahwa
mereka adalah benar2 manusia biasa, yang memang seorang gelandangan.

saya cuma khawatir apakah rasa ikhlas saya
diperngaruhi oleh hal-hal yang ghaib, sehingga saya
takut memberi kepada gelandangan tersebut hanya karena
mereka bukan orang biasa.

9 komentar:

lovepassword mengatakan...

yang jelas saya cukup ikhlas, meninggalkan jejakku di sini. Hi Hi hi

Oil Gas Rigs mengatakan...

saya juga cukup ikhlas meninggal kan jejak disini.

iman brotoseno mengatakan...

kata orang bijak, iklhas bukan sesuatu yang dipertentangkan..jalani saja.

shavaat mengatakan...

*SOTOY MODE: ON*
Nabi kan pernah bilang, jangan tidak memberi kepada seorang pengemis, walaupun hanya sekeping tembikar. Apapun yang bisa diberikan, berikan kepada mereka. Anggap saja mereka benar2 sangat membutuhkannya. Urusan dapat pahala atau nggak, dapat balasan atau nggak, itu hak preogratif Tuhan.

boni mengatakan...

buat saya , mana2 aja mas...
tapi darip[ada tidak iklas nanti marah adi isanya yach iklas juga dech...he..he..
ini blog sampean toch mas...

Rita mengatakan...

Kalo orang yang itu2 juga ya pasti manusia biasa ya khan....

Rita mengatakan...

Kalo aku biasanya kalo ngasi tergantung punya duit ato nggak jarang merhatiin orangnya karn selama ini yg aku temui, orng2 yg mengemis selalu tampak memprihatinkan :D

adi isa mengatakan...

maaf baru reply, baru buka internet lagi.

@lovepassword

ikhlas kalau diucapkan belum tentu lho..he..he..he.

@oil gas rigs

jangan tanggung2 mas,he..he..he..

@iman brotoseno

wah, mas orangnya cukup bijaksana
baiklah,..
semoga saya ikhlas, ..iya kan?

@shavaat

benar juga tu mas,
kalau saya sih, pahala emang bukan tujuan saya memberi,
tapi lebih kepada hal yang semestinya dilakukan sebagai sesama
makhluk tuhan. maksud postingan saya itu, kadang saya ingin memberi
tapi biasa ngecek dulu ada uang kecil or tidak, lalu ngecek lagi
dia itu manusia biasa or bukan,
soalnya sering sekali saya menemukan kejadian yang aneh dengan pengemis.

@boni

wah, aku nggak maksa lho untuk ikhlasnya..hi..hi..hi..

@rita

jangan salah lho mbak,
justru ada pengemis yang itu-itu juga orangnya, tapi kejadian yang diberikan padaku justru sangat aneh
bin ajaib.
makanya kadang gundah.

lovepassword mengatakan...

Yang jelas saya ikhlas tetapi tidak saya ucapkan.