banyak yang bilang jika sesuatu bisa diulang dua kali,
maka semua orang akan menjadi bijaksana.
tapi kalu kesalahan yang sama terjadi sampai dua kali
apakah bisa dibilang keterlaluan?
bukankah manusia itu makhluk yang pelupa,?
yang selalu tidak lepas dari yang namanya khilaf?
hari ini saya melakukan kesalahan untuk yang ketiga kalinya,
(jadi ini namanya, .....sangat keterlaluan???)
padahal saya sudah berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan dan
kekhilafan tersebut.
(maaf saya, tak perlu merinci apa kekhilafan dan kesalahan saya tersebut.)
saya, hanya ingin berbagi...
soalnya gue lagi jengkel dengan diri sendiri,
kenapa tidak bisa mengatasi hal2 sepele yang efeknya besar.
Senin, 16 Juni 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

11 komentar:
sabar bos... manusiawi kok... jangankan kita, nabi aja kadang bisa khilaf... yang penting, kita berusaha untuk jangan sering2 mengulangnya.... :)
Betul tuh Ichanx...
Tapi jangan sering-sering ya...
@ichanx
ya, gue sadar, kalau kita ini insan..
insan kan artinya pelupa...
thanks bro, uda berbagi
@nin
thanks to
Wa'laikumsalam warahmatullah hii wabarokaatuh.
atas dasar apa antum berani mengatakan Ayah dan Ibu Nabi berdua diislamkan di alam barzha?
Todak ada dalil yang mengatakan demikian. lantas antum ini kok lancang mengatakan bahwa antum mempunyai pengetahuan tentang itu. pengetahuan apa yang antum ketahui tentang alam barzah?
itu adalah perkaran gaib, yang tidak ada makhluk ini yang mengetahuinya.
dalam agama islam, kita tidak boleh berbicara sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu.sebagaimana Firman Allah:
"walaa taqfu maa laysa laka bihi 'ilmun inna alssam'a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana 'anhu mas-uulaan"
[Al Isro ayat :36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
kewajiban antum "Bertanya kepada Orang yang mengetahui.
sabar... sabar... orang sabar disayang Tuhan loh
@muhktar,
terimakasih mau mereply diskusi kita di blog saya ini,
tapi maaf saya tidak akan memberitahu kepada anda hal yang memang tidak semua orang bisa sampai kepada taraf tersebut
bukankah dalam alquran jelas
"....mereka tidak mengetahui sesuatu yang ghaib, melainkan sedikit saja.."
(saya lupa surat alqurannya)
namun, kalau anda bisa melihat celah disitu dimana sedikit yang dimaksud tuhan itu,
tidaklah sama dengan sedikit manusia, demikian sebaliknya.
but whatever that, I'm respec for all u'r concern.
"cuma keledai yang terperosok ke dalam lubang yang sama."
(^_^)v
bersalah itu sifat manusia, bro. hanya manusia bijak yang sanggup mengakui kesalahan dan memperbaikinya. hwehe.
kesalahanku.
@drjt
well,..well..well
ternyata akang seorang yang arif...
thanks...menyejukan.
Bersalah itu memang sifat anda, bro -
Eh maksudku memang sifat manusia ding.
Ha..Ha..Ha.... -
Instropeksi dirilah men. Jangan mencari hiburan dari orang lain. Jangan mencari pembenaran dari orang lain atas dosa-dosamu itu. Percayalah bahwa sebagai orang lain aku tidak akan membenarkannya.
Ha Ha Ha. -----
Kejem bener aku, ya ?
Rasakno men? Sekali-kali ben berimbang gitu loh...-
Siapapun bisa salah, tapi kan kita nggak wajib meniru yang salah, iya kan ?
Nek tetep salah yo : Nasip-nasip...... Duh Gusti paringana sabarMu.
(Lagakku kayak sufi, rak bro ?)
@lovepassword
gue kan cuma mau berbagi...he..he..he.
bukan mencari pembenaran...
I see u'r concern almost same with me,...hi..hi.hi..
it will be a sufi...?
boni
Kata Khilaf inilah yang selalu menjaDI tamengnya manusia setiap dia membuat suatu kesalahan...lupa dan khilaf suatu hal yang sangat berbeda jauh.
Tapi it's okaylah,tergantung seseorang ...menempatkannya bagaimana..
kalau salah yah akui kesalahan kita ...
kalau lupa katakan lupa..
ok..
Poskan Komentar