Senin, 26 Mei 2008

aku islam sejati

sebagai seorang sahabat,saya tidak berkeberatan
saat seorang teman saya mengundang saya untuk menghadiri acara
pembabtisan anaknya.
tidak hanya itu, tapi saya juga ditunjuk sebagai juru photo acara tsb.
maka dengan gaya seorang yang seperti profesional
saya mulai mengambil gambar moment demi moment...
tapi ditengah acara, ternyata kamera tersebut bermasalah
dan tidak bisa digunakan.
bukan hanya saya yang gusar namun kelihatan sekali sahabat saya itupun
mengalami kegusaran yang sama.
maka tanpa pikir panjang saya tancap gas ke toko terdekat.
lalu nekat meminjam pada pelayan ditoko tersebut kamera baru
dengan alasan, saya hendak memotret kemenakan saya yang sedang dibabtis di gereja santo itu.(kamera lama pun saya titip)
sebagai jaminan saya menitip ktp dan sim saya juga,
lalu tancap gas kembali lagi ke gereja tersebut.
saya dan teman saya bisa bernafas lega karena
semua moment penting dapat saya abadikan,....
dan disaat itulah masih dalam gereja, seorang rekan bisnis saya melihat saya
dan berkata" lho mas Adi, bukankah anda ini seorang muslim?
atau kah sudah berpindah agama?
saya jawab:"ya, saya muslim, nggak salah kan kalau saya membantu saudara saya?

dan teman itupun tersenyum manis sekali pada saya....
bukankah seharusnya kita saling membantu dalam urusan,
tapi tidak merusak akidah masing2?

selesai acara itu, saya balik lagi ke toko tempat saya meminjam kamera tadi,
ternyata kudapati pelayan toko itu dengan wajah, harap2 cemas menanti kedatangan saya.
selidik punya selidik akhirnya saya tau, ternyata pelayan toko itu
gelisah, karena melihat sim dan ktp yang saya titip dari milik saya itu,
sempat dibacanya dengan tulisan:
agama: islam

dipikirnya,saya sedang memperalatnya
karena alasan saya tadi yakni meminjam kamera di toko tersebut
karena hendak memotret prosesi pembabtisan kemenakan saya...
hm...
anehnya lagi, katanya saat meminjamkan kamera tadi
dia melihat wajah saya, mirip warga keturunan...
oalah....(padahal saya berfikir, pasti dia sedang melihat artis sinetron)
he..he..he..

12 komentar:

abiehakim mengatakan...

Berhati-hati dalam melangkah, mempelajari apa yang dibolehkan oleh Nya. Monggo Adi...

adi isa mengatakan...

thanks for your input bang abie..
insyaallah saya selalu dilindungi oleh Allah dan tetap di jalannya.

achoey mengatakan...

Islam saja

adi isa mengatakan...

@achoey

itu boleh juga bro,...

ratih mengatakan...

boljug,tuh! ehmmmm... emang,yg sering terjadi itu mispersepsi doang! keep doing such this thing,bro!

adi isa mengatakan...

@ratih
hei mbak ratih, thanks sudah mau mampir.
dan benar kata anda, sering2 orang
mispersepsi, yang lebih tau kan kita sendiri,...ok..thanks ya

niefha mengatakan...

Isyhadu bi anna muslimun..

KEEP ISTIQOMAH ya..

adi isa mengatakan...

@niefha

thanks supportnya mbak.
I will keep that.

lovepassword mengatakan...

Akhirnya aku bisa juga menyasarkan diriku di blog ini.

Santai aja men. Kayak di pantai....-

Aku percoyo kok Di, kalo sampeyan ini romantis, lha blogmu wae kelire jambon. Jan romantis tenan

adi isa mengatakan...

@lovepassword

hei bro, bisa aja loe..he..he..he.

loe sering2 nyasar kesini ya, daripada
terlalu mumet dengan artikel sobat atheisku itu
(si daeng), he..he..he..

lovepassword mengatakan...

Mumet itu sebagian dari iman, he he he .

Atau iman itu sebagian dari mumet ?
Bingung aku. Biar daeng ikut mumet, mendingan aku tanya sih Daeng ah ?

Hari ini blogmu kok jadi ungu ya ?
Kemarin-kemarin jambon, sekarang ungu. Opo motoku sing salah, ya ?

SALAM, SUkses, fren.

adi isa mengatakan...

@lovepassword

walah, pernahkah terlintas
iman itu sebagian dari mumet?
he..he..he..
(jadi ingat trinitas gue...he..he.)

sengaja gue pake warna merah jambu
biar kelihatan romantis..
he..he..he..
tapi kalau jadi ungu...mungkin komputer mas kali yang udah eror warna...he..he..he...

salam sukses juga.