Sabtu, 2009 April 25

Ribuan alasan untuk tidak ke WTC!




masih ingat khan?
Pada bulan September tanggal 11 tahun 2001, menara kembar World Trade Center diserang oleh sekelompok teroris. Diduga bahwa pelaku teror itu adalah dari kalangan Muslim. Tetapi laporan-laporan media massa Amerika banyak yang membantah dugaan tersebut.(there’s to much home work)

Dilaporkan oleh New York Times dan The Jerusalem Post bahwa 4000 orang Israel selamat dari peristiwa WTC tersebut. Bagaimana bisa 4000 orang tersebut tahu bahwa akan terjadi peristiwa tersebut dan memilih untuk tidak masuk kantor dengan berbagai alasan?
kira2, ini adalah beberapa alasan orang yahudi (4000-an) nggak pergi kantor di gedung WTC pada saat hari naas tersebut:
1. kurang lebih 100 orang tiba-tiba diserang diare, karena makan KFC yang kadaluarsa.
2. lebih 200 orang tiba-tiba bisul didaerah bokongnya, karena kebanyakan makan telur dadar, sehingga nggak bisa ngantor, apalagi buat duduk dikursi.
3. lebih dari 300 orang, terkena migran.
karena kalah judi bola.
4. lebih dari 400 orang, minta cuti kawin, hamil dan melahirkan.secara bersamaan.
5. sisanya, karena ketiduran akibat menengak pil tidur. hingga absen dari kantor.

ada masukan yang lain? hehehehe

Minggu, 2009 Maret 01

Benarkah muslim menyembah Kabbah?


seringkali tudingan macam begitu, dilontarkan kepada
kaum muslim, dari orang-orang kafir,
begitu melihat masjidil haram yang didalamnya terdapat
Baitullah, yang merupakan kiblat dan simbol kesatuan muslim sedunia.

sejak semula, Nabi Ibrahim yang merupakan moyang dari 3 agama samawi bersama
anaknya Nabi Ismail, mendirikan Baitullah itu atas perintah Allah SWT

dalam alquran:
Alquran: albaqarah:125

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian "maqam Ibrahim" tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

selanjutnya:
albaqarah:127

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".



adapun Nabi Muhammad Saw, yang merupakan Nabi Penutup semua Nabi, yang lahir di negri tersebut(Mekka), kemudian mendapat perintah dari Allah untuk memindahkan Kiblat
Ummat Muslim, pada saat itu dari Baitul Maqdis ke Baitullah (Masjidil haram,sekarang)
sesuai dengan yang tersebut dalam firman Allah SWT
sbb:
Alquran: Albaqarah:142)

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

turunnya ayat tersebut, diwaktu kenabian Nabi besar Muhammad, adalah untuk menangkal tuduhan yang dilontarkan oleh kafir2(nasrani dan jahudi) saat itu, dengan mengolok-ngolok bahwa Tuhan Muslim, Allah SWT ada di tempat tersebut (baitul maqdis)
jugat terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan Ka'bah sebagai kiblat.

lihatlah bagaimana, ayat selanjutnya ini turun, untuk kaum yang berfikir
Alquran: Albaqarah:144

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

demikianlah, dengan adanya penjelasan dari ayat diatas,
menangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepada kaum muslim,kiranya tuduhan tersebut
untuk melemahkan iman muslim, dan segala upaya untuk mencari2 persamaan, dengan agama mereka yang memang menuhankan patung2 dan gambar yang banyak diluaran sana.

dan inilah Firman Tuhan, Allah SWT
untuk meneguhkan hati muslim.

Alquran: Albaqarah:147)

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu".

Amin, Insyaallah...

wassalam.

Jumat, 2008 Desember 05

aneh juga sih



gamabr ini saya ambil dari blog tetangga buat saya share dengan anda anda semua.

kira2, masihkah pantas, oknum polisi diatas, disebut sebagai pelayan masyarakat?
pengayom masyarakat?

Sabtu, 2008 November 22

the 7 laws of happines

dari blog tetangga:
The 7 Laws of Happiness
Judul : The 7 Laws of Happiness
Penulis : Arvan Pradiansyah
Editor : Budhyastuti R.H.
Penerbit : Kaifa
Cetakan : I, Sept 2008
Tebal 428 hl, ; 23.5 cm

Bisa dipastikan semua manusia menginginkan hidupnya bahagia. Namun masalahnya kebahagiaan tidak datang dengan begitu saja. Harus ada usaha untuk memperoleh kebahagiaan. Karenanya banyak cara yang dilakukan untuk memperoleh kebahagiaan, ada yang mencari bahagia dengan kesenangan atau hobi, ada pula yang mencarinya dengan mengejar kesuksesan karena diyakini bahwa kesuksesan akan membawanya pada kekayaan dan kekayaan akan membuatnya bahagia.

Namun kesenangan atau hobi hanya membuat kita bahagia saat kita melakukan aktifitas hobi kita, setelah itu kita kembali pada persoalan hidup yang menghimpit kita dan membuat kita tidak bahagia. Kesuksesan dan kekayaan tak menjamin kita hidup bahagia. Kita sering mendengar orang-orang yang berada dalam puncak kesuksesannya ternyata mengalami depresi yang begitu dalam. Lalu dimanakah dan apa yang sebenarnya membuat kita bahagia ?

Arvan Pradiansyah, penulis buku-buku motivasi You Are a Leader! (2003), Life is Beautiful (2004), dan Cherish Every Moment (2007), dalam buku terbarunya mencoba mengungkap rahasia memperoleh kebahagiaan. Berdasarkan pengalamannya dalam memberikan training-training motivasi ia meyakini bahwa untuk mencapai kebahagiaan maka yang harus kita lakukan adalah dengan cara memilih pikiran yang positif.

Jadi, kunci memperoleh kebahagiaan sebenarnya ada dalam pikiran kita dan sangat tergantung ada pikiran yang kita pilih. Apabila kita memilih pikiran negatif, seluruh diri ktia menjadi negatif. Sebaliknya, jika memilih pikiran positif, kita akan senantiasa dienuhi oleh rasa bahagia. Karenanya kita harus menguasai pikiran kita, melatih, dan mengisi pikiran kita dengan hal-hal positif.

Bagaimana cara melatih dan menguasai pikiran kita ? Dalam buku ini Arvan memberikan suatu rumusan rahasia yang sistematis yang disebutnya sebagai The 7 Laws of Happines. Ketujuh rahasianya tersebut dibagi dalam tiga kelompok besar. Tiga rahasia pertama berkaitan dengan diri kita sendiri, yaitu Patience (Sabar), Gratefulness (Syukur), dan Simplicity (Sederhana). Tiga rahasia berikutnya berkaitan dengan hubungan kita dengan orang lain, yaitu Love (Kasih), G(Memberi), dan Forgiving (Memaafkan). Satu rahasia terakhir berkaitan dengan Tuhan, yaitu Surender (Pasrah).

Sekilas rumusan yang dipaparkan Arvan memang mirip dengan karya terkenal Stephen R. Covey, The 7 Habits for Highly Effective People. Seperti yang diakui oleh Arvan dalam buku ini, rumusannya sedikit banyak terinspirasi oleh buku terkenal Covey tersebut, namun jika ditelaah lebih dalam, terdapat perbedaan antara 7 Habits dengan The 7 Laws. Bahkan dapat dikatakan bahwa The 7 Laws dapat dilihat sebagai kelanjutan perjalanan kemanusiaan kita yang telah diawali oleh The 7 Habits.

Jadi The 7 Laws of Hapiness adalah pelatihan pikiran yang sistematis dan sebuah metode untuk menumbuhkan kebagiaan dengan cara memilih pikiran positif dan memfokuskan perhaitan pada pikiran positif tersebut. The 7 Laws melatih kita untuk menyaring dan memilih pikiran-pikiran positif dan melatih kita untuk membuang pikiran-pikiran negatif yang masuk ke kepala kita dan menggantinya dengan pikiran-pikiran yang sehat dan bergizi.

Salah satu cara mengisi pikiran kita dengan hal yang positif yaitu dengan cara menghindari bacaan dan tontonan yang berdampak negatif. Arvan tampaknya sangat prihatin dan geram dengan gempuran media masa baik media cetak, maupun televisi umumnya memberi kontribusi negatif pada pikiran kita. Secara terang-terangan dia memberi contoh salah satu acara TV yang merusak pikiran kita. Arvan mengkritik acara Empat Mata yang dipandu Tukul Arwana. Bahkan ia secara terang-terangan mengatakan bahwa acara tersebut sebenarnya hanyalah berisi sampah karena selalu menertawakan orang lain dan sering menggunakan kata-kata kasar seperti “bukan manusia”, “seperti monyet”, “keturunan iblis”, dan sebagainya. Bagi Arvan acara seperti ini akan semakin menghilangkan rasa kasih (rahasia ke 4 dalam The 7 Laws) dalam diri kita karena tanpa disadari, kata-kata negative Tukul akan meresap dalam pikiran kita jika kita terus menonton acara tersebut.

Berbeda dengan buku-buku Arvan sebelumnya yang merupakan kumpulan tulisannya di berbagai media. Maka bukunya kali ini merupakan hasil pemikirannya yang utuh dan sistematis. Apa yang dikemukakannya disajikan dengan sederhana dan mudah diingiat karena ketujuh rahasia bahagia itu diilustrasikan dalam bentuk bangunan sebuah rumah. Dalam paparannya Arvan tak hanya memberikan teori-teori yang mengawang-awang, melainkan diungkapkan dengan gaya yang bersahaja, mudah dipahami dan menggugah kesadaran pembacanya akan apa yang mungkin selama ini terlupakan.

Banyak contoh-contoh yang sederhana namun memberi banyak pelajaran berharga. Umumnya apa yang diungkapkannya dalam buku ini kita semua sudah mengetahuinya, namun dengan membaca buku ini seolah kita dibangunkan dari tidur panjang kita dan disadarkan akan berbagai pikiran negatif yang mungkin secara tidak kita sadari terus kita pelihara dalam pikiran kita sehingga membuat kita tidak bahagia.

Bagi saya hal yang paling menarik dalam The 7 Laws adalah bagaimana Arvan mentutup rahasia memperoleh kebahagiaan dengan prinsip Surender (Pasrah). Dengan gamblang Arvan mengungkapkan bahwa setelah melalui enam rahasia untuk mencapai kebahagiaan, kebahagiaan belum akan tercapai sebelum kita menjalankan rahasia yang ketujuh, yaitu Surender (Pasrah). Pasrah adalah kunci dari semua perjalanan kita , sebuah kata pamungkas bahwa di atas segala usaha dan kemampuan kita ada satu kekuatan yang berada di atas segala kekuatan dimana kita bergantung sepenuhnya pada kekuatan tersebut, yaitu Tuhan Yang Mahakuasa. Inilah yang mungkin membedakan Arvan dengan penganut aliran-aliran positif thinking lainnya yang terkadang hanya menonjolkan kekuatan manusia untuk memilih pikiran yang positif untuk memperoleh kebahagiaan.

Buku ini juga dikemas dengan menarik, mulai dari pilihan font yang nyaman untuk dibaca, ilustrasi yang menarik, layout halaman dalam yang dinamis, membuat buku ini memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Selain itu, karena buku ini mengajak pembacanya untuk memperoleh kebahagiaan , tampaknya buku ini sangat pantas untuk dijadikan sebagai kado bagi sahabat, rekan kerja, dan orang-orang yang kita kasihi. Buku ini juga tampaknya tak cukup dibaca hanya satu kali saja. Seperti yang diungkap Arvan bahwa ketujuh rahasia hidup bahagia ini harus sering dipraktekkan dan dilatih secara berulang-ulang. Seiring berjalannya waktu, mungkin kita mulai kendor dalam mengelola pikiran kita, kita mulai merasa tak bahagia kembali, mungkin saat itulah buku ini perlu dibaca ulang kembali.


penulis:
@h_tanzil

Kamis, 2008 November 13

Obama Menang, Indonesia GR

Kemenangan Barack Obama dalam pemilihan Presiden AS jadi pembicaraan di seluruh negara. Di Indonesia sendiri masyarakat begitu antusian menyaksikan jalannya pemilihan tersebut. Berbagai cerita kedekatan Obama dengan Indonesia pun menjadi sajian dilayar kaca, selain itu gosip-gasip hubungan kerabat dengan Obama juga bermunculan. Lepas dari semua itu, Adakah manfaat bagi Indonesia dan khususnya masyarakat Indonesia setelah anak Menteng menduduki Amerika Satu?

Memang semua jadi pertanyaan, namun bila dilihat dari mulainya pemilihan kabinetnya mungkin akan terasa lebih berat untuk Indonesia ketimbang kabinet George W Bush. Salah Satunya Rahm Emanuel, Presiden terpilih AS Barack Obama memilih Rahm Emanuel sebagai kepala staf Gedung Putih meskipun belum jelas apakah dia mau menerima. Obama dan Emanuel adalah sahabat dekat, dan sama-sama berasal dari Chicago. Rahm Emanuel dikenal keras kelapa dan tidak pernah mau kompromi, hal ini sangat bertolak belakang dengan Obama yang santun dan penuh musyawarah. Jadi adakah perubahan kebijakan Pemerintah
AS nantinya bagi Indonesia? Kita tunggu saja.

Namun ada baiknya bila kita melihat dalam Pilpres AS tersebut, Bagaimana DEMOKRASI ditegakkan, yang kalah langsung mengakuinya. Tidak hanya sedikit materi yang keluar, kelelahan fisik dan pikiran yang terus berjalan dalam setiap kampenye para kandidat. Namun semuanya menerima dalam satu hari pemilihan. Sementara dapatkah masyarakat Indonesia berkaca tentang demokrasi seperti di sana yang tidak menimbulkan kekerasan?

Lepas dari semua itu, Ketimbang Indonesia Gede Rasa(GR) atas kemenangan mantan anak Menteng itu, lebih baik memikirkan bumi sendiri. Berbagai persoalan dalam negeri masih belum banyak terpecahkan, Indonesia yang terkenal negara agraris namun petaninya sulit memperoleh pupuk. Kaya dengan berbagai hasil tambang tapi tidak bisa mengelolanya. Sementara pengumuman turunya harga BBM jenis premium juga menjadi dilema pemerintah. Bagaimana tidak menghitungnya saja terlalu lama dan mulai berlakunya juga terasa lama. Kayaknya pemerintah tidak hanya takut pada perekonomi sekarang, namun berat hati dalam
memberi kebahagian bagi rakyatnya.

Semoga kemenangan Obama tidak hanya membuat masyarakat Indonesia GR, namun kemenangan Obama dapat memicu semangat bangsa Indonesia untuk lebih cepat maju dan keluar dari krisis.

dari tulisan tetangga:Haryo Dewanto.blogliputan6.com

Jumat, 2008 Oktober 03

hari kemenangan

meski agak telat, tapi nggak ada salahnya
saya menuangkan dalam artikel yang singkat ini.
setelah menjalankan rukun islam berpuasa penuh dalam sebulan
tibalah kita merayakan hari kemenangan,
hari yang fitri, kembalinya kita sebagai manusia yang suci
menajdi manusia yang terlahir kembali sebagaimana
esensi puasa, bahwa kita mengenang kembali proses penciptaan kita
saat masih dalam alam rahim, hingga akhirnya kita menjadi makhluk yang dinamakan manusia.

selamat merayakan kemenagan ini kemenangan atas kelahiran yang sesungguhnya
menjadi manusia yang hakiki, manusia yang tau dengan dirinya.

Rabu, 2008 September 03

percakapan yang tertunda dengan daeng fattah

yang tersisa dari http://kemanusiaan.wordpress.com
(kenapa saya menjadi seorang atheis).

DAENG FATTAH FOR:
@adi isa

Setelah melihat ketergantungan penafsiran islam itu di mata manusia saya angguk-angguk juga. Walau demikian, saya rasa kata saudara artur24 tepat sasaran dalam mengasihani anda yang hidup dalam ketergantungan.
==================================================
HIHIHIHIH, (SAMPAI TERPINGKAL-PINGKAL)
ketergantungan penafsiran islam....?
itu mah komen saya, bukannya..islam..hihihihi
dan ketergantungan itu kembali kepada daeng lho, bukannya saya,
kalau anda anggp ibadah itu penting or enggak?
(lihat jawaban saya sebelumnya kepada @arthur24).hihihihi
kalau gue sudah pasti....dalam penafsiran...


Saya rasa adalah sebuah kelemahan yang nyata dari sebuah system agama saat ia sendiri tidak dapat disepakati maknanya.
===========================================
walah..segitunya....hiks...
bukan kelemahan, justru disitulah kelebihannya...
ingat sudut pandang masing2 otak manusia beda dalam penafsiran..
sebagaimana tidak samanya persepsi theis dan atheis...
so? hihihihi...
jadi kalau anda bilang itu kelemahan, apa bedanya saya bilang kelebihan?...
masih belum paham keh?...hehehehe


Dan kita mempertaruhkan hidup kita pada salah satu tafsiran yang kita rasa paling sesuai dengan diri kita (belum tentu yang paling benar).
===================================================
persoalannya konsep kebenaran itu relatif
so, saya rasa anda nggak salah, belum tentu juga benar...
ya, kan? hihihihi
anda pintar, tapi, nggak smart-smart amat...(ingat iklannya)

so, rasanya kalau anda mempertaruhkan hidup pada salah satu tafsiran yang anda rasa paling sesuai dengan anda (maksud saya sebagai atheis)....belum tentu juga kan yang paling benar...?
so, saya rasa, saya cukup sejalan dengan orang atheis disisi lain saya juga sejalan dengan "muslim"......


Kemarin saya bertemu dengan seorang teman yang bertanya apakah saya puasa atau tidak. Saya jawab tidak. “Mengapa?” Tanya beliau. “Saya bukan orang beriman” jawab saya. Beliau menambahkan “tidak kah engkau takut dengan neraka?” Tanya beliau. Saya membalas “Apakah engkau takut dengan naga?” balas saya, dan teman saya bilang ia tidak takut. Saya tanyakan mengapa ia tidak takut dengan naga. Teman saya menjelaskan kalau ia tidak pernah melihat bukti adanya naga. Saya bilang, saya rasa engkau baru saja menjawab pertanyaan anda sendiri.
=====================================================
dialog ini yang paling kekanak-kanakan yang pernah saya dengar...
hhiihihihihi (sorry)

so, saya ucapkan selamat tidak menjalan ibadah puasa...
heheheh, saya tidak terlalu salah kan? bisa juga ada benarnya....hehehehe...